BDG Connex
Shows Venues Artworks Artists Sign in Sign up ◼︎

SINKRETISME : Pameran Tunggal Adhya Ranadireksa

Orbital Dago Nov 17th - Dec 17th, 2020



17 November – 17 Desember 2020


Pembukaan Selasa, 17 November


Mulai Jam 16.00 WIB


Pameran buka tiap hari mulai jam : 9.00 – 20.00 WIB


Gratis


Di Orbital Dago


Jl. Rancakendal Luhur No. 7


Dago Atas, Bandung 40191


>> Patuhi Protokol Kesehatan


Tentang Pameran


Adhya Ranadireksa dengan karya-karya lukisannya sebagian besar menyajikan berbagai rupa fauna atau binatang hibrid terutama Keledai yang bermutasi dengan rupa hewan lainnya seperti Unta, Katak, Harimau, Kadal, sebagai pusat dengan latar belakang lukisan flora dengan berbagai bentuk stilasinya . Juga ada lukisan dengan tulisan – tulisan Arab (pegon) yang biasa terdapat dalam jimat atau isim yang biasa ditemukan dalam beberapa budaya Nusantara. Atau seekor Keledai yang dipunggunya dipenuhi dinamit.  Lukisan-lukisan Adhya tidak hanya menampilkan problem rupa binatang terutama keledai tetapi juga sebagai penyimbolan kepada suatu fenomena didalam kehidupan budaya dan reliji hari-hari ini. Terutama dengan akar budaya yang didasari percampuran dari berbagai sumber nilai  menghasilkan bentuk – bentuk yang sinkretis, hibrid atau eklektik. Hal ini terepresentasikan dengan cara hidup dan kepercayaannya yang subur dalam keseharian.


Tema pameran Sinkretisme yang diambil lebih mengarah kepada persoalan kehidupan reliji di Indonesia yang hari-hari ini penuh gejolak dan mengancam nilai-nilai toleransi. Pada lukisannya Adhya menampilkan simbol utama dengan penggambaran sang Keledai sebagai pemaknaan kepada suatu nilai kebodohan, tak berpikir atau hanya ikut-ikutan, walaupun disisi lain ada pula simbol positifnya , antara lain pekerja keras atau sebagai sahabat para petani dan penjelajah. Maka penggabungan dengan bentuk hewan lainnya memberikan makna hibrid, paradoks, menyindir, sinis, dan sekaligus jenaka. Walaupun seharusnya pencampur-adukan itu bisa saja menjadi indah dan harmonis.


Dalam situs Wikipedia disebutkan bahwa Sinkretisme adalah suatu proses perpaduan yang sangat beragam dari beberapa pemahaman kepercayaan atau aliran-aliran agama. Pada sinkretisme terjadi proses pencampur-adukkan berbagai unsur aliran atau paham, sehingga hasil yang didapat dalam bentuk abstrak yang berbeda untuk mencari keserasian, keseimbangan. Istilah ini bisa mengacu kepada upaya untuk bergabung dan melakukan sebuah analogi atas beberapa ciri-ciri tradisi, terutama dalam teologi dan mitologi agama, dan dengan demikian menegaskan sebuah kesatuan pendekatan yang melandasi memungkinkan untuk berlaku inklusif pada agama lain.


Karya-karya Adhya, apakah itu lukisan, fotografi, maupun obyek lain, selalu cenderung nakal: bernada sinis tapi sekaligus mengandung sisi humor dalam menangkap persoalan yang ada didalam masyarakat seperti intoleransi maupun radikalisme yang mengganggu keharmonisan beragama. Melalui pameran Sinkretisme ini ia ingin mengungkapkan persoalan tersebut dengan caranya , seperti dalam suatu cuplikan wawancara beberapa tahun lalu: “saya coba tampilkan adalah layer yang tidak kasat mata. Mencoba berada di sisi “in between”, berusaha melahirkan ambiguitas persepsi, dimana para penikmat memiliki kebebasan dalam berinterpretasi.”


Sumber :

  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Sinkretisme
  2. https://kopikeliling.com/visual/art/si-tintin-positif-pameran-tunggal-adhya-ranadireksa-bulan-november-2014-di-s14-bandung.html

Bio


ADHYA RANADIREKSA


Born in Bandung in 1972, was educated at the Istituto Europeo Design in Rome, Italy with a major study of still-life photography (1994-1997), founder of CREATORIVM Commercial Photo & Graphic Design studio in Jakarta; HYPNOSIS photography, Agency-Jakarta; ILLVMINASI, Research for the common art of photography in Bandung, and Joint with KOMVNI , art of photography in Bandung


Solo Exhibitions:


2014: “Si Tintin Positif”, S-14, Bandung


2011: “Cultural Hero”,Veležní palác, Odessa, Ukraine.


2010 : Lidah Bercabang. Platform3. Bandung


1996:  Solo Exhibition in CTS , Rome, Italy.


1996: “Klidný”, Convent of St. Agnes, Prague- Czech.


1995:  “Solo Exhibition Annual Anniversary of IED” ; Thema: “Bianco Nero”, Rome, Italy.


Selected Group Exhibitions:


2020: Curator Choice. Bandung Art Month (BAM)3 “EDANKEUN”, BDGconnex, Bandung


2018: Institut des Cultures d’Islam “JAVA – Art Energy”, Paris


2017: SENI BANDUNG. KOMVNI . “De Bloem Der Indiche Bergsteden” Ropih Gallery, Bandung


2015: BANDUNG PHOTO SHOWCASE 2015 . Selasar Soenaryo, Bandung


2015: 16 INTERBIFEP: International Biennal Festival Portreta Tuzla 2015 a winner Award:”Diplomaforaphotograph” on 16 INTERBIFEP. International jury of the 16th INTERBIFEP composed of: Nataša Smolič – Slovenia, Ismar Mujezinović -Bosnia and Herzegovina and Feridun Işıman – Cyprus make a selection and proclamation awarded works for 16th INTERBIFEP. Bosnia and Herzegovina


2015: “Mind of History and Culture” by Liu Zheng and Adhya Ranadireksa Redbase Art Foundation, Jakarta


2014: “Melihat Indonesia” Ciputra Artpreneur, Jakarta


2013: “Archives” KOMVNI , Singapore Biennale, Singapore


17 November – 17 Desember 2020


Pembukaan Selasa, 17 November


Mulai Jam 16.00 WIB


Pameran buka tiap hari mulai jam : 9.00 – 20.00 WIB


Gratis


Di Orbital Dago


Jl. Rancakendal Luhur No. 7


Dago Atas, Bandung 40191


>> Patuhi Protokol Kesehatan


Tentang Pameran


Adhya Ranadireksa dengan karya-karya lukisannya sebagian besar menyajikan berbagai rupa fauna atau binatang hibrid terutama Keledai yang bermutasi dengan rupa hewan lainnya seperti Unta, Katak, Harimau, Kadal, sebagai pusat dengan latar belakang lukisan flora dengan berbagai bentuk stilasinya . Juga ada lukisan dengan tulisan – tulisan Arab (pegon) yang biasa terdapat dalam jimat atau isim yang biasa ditemukan dalam beberapa budaya Nusantara. Atau seekor Keledai yang dipunggunya dipenuhi dinamit.  Lukisan-lukisan Adhya tidak hanya menampilkan problem rupa binatang terutama keledai tetapi juga sebagai penyimbolan kepada suatu fenomena didalam kehidupan budaya dan reliji hari-hari ini. Terutama dengan akar budaya yang didasari percampuran dari berbagai sumber nilai  menghasilkan bentuk – bentuk yang sinkretis, hibrid atau eklektik. Hal ini terepresentasikan dengan cara hidup dan kepercayaannya yang subur dalam keseharian.


Tema pameran Sinkretisme yang diambil lebih mengarah kepada persoalan kehidupan reliji di Indonesia yang hari-hari ini penuh gejolak dan mengancam nilai-nilai toleransi. Pada lukisannya Adhya menampilkan simbol utama dengan penggambaran sang Keledai sebagai pemaknaan kepada suatu nilai kebodohan, tak berpikir atau hanya ikut-ikutan, walaupun disisi lain ada pula simbol positifnya , antara lain pekerja keras atau sebagai sahabat para petani dan penjelajah. Maka penggabungan dengan bentuk hewan lainnya memberikan makna hibrid, paradoks, menyindir, sinis, dan sekaligus jenaka. Walaupun seharusnya pencampur-adukan itu bisa saja menjadi indah dan harmonis.


Dalam situs Wikipedia disebutkan bahwa Sinkretisme adalah suatu proses perpaduan yang sangat beragam dari beberapa pemahaman kepercayaan atau aliran-aliran agama. Pada sinkretisme terjadi proses pencampur-adukkan berbagai unsur aliran atau paham, sehingga hasil yang didapat dalam bentuk abstrak yang berbeda untuk mencari keserasian, keseimbangan. Istilah ini bisa mengacu kepada upaya untuk bergabung dan melakukan sebuah analogi atas beberapa ciri-ciri tradisi, terutama dalam teologi dan mitologi agama, dan dengan demikian menegaskan sebuah kesatuan pendekatan yang melandasi memungkinkan untuk berlaku inklusif pada agama lain.


Karya-karya Adhya, apakah itu lukisan, fotografi, maupun obyek lain, selalu cenderung nakal: bernada sinis tapi sekaligus mengandung sisi humor dalam menangkap persoalan yang ada didalam masyarakat seperti intoleransi maupun radikalisme yang mengganggu keharmonisan beragama. Melalui pameran Sinkretisme ini ia ingin mengungkapkan persoalan tersebut dengan caranya , seperti dalam suatu cuplikan wawancara beberapa tahun lalu: “saya coba tampilkan adalah layer yang tidak kasat mata. Mencoba berada di sisi “in between”, berusaha melahirkan ambiguitas persepsi, dimana para penikmat memiliki kebebasan dalam berinterpretasi.”


Sumber :

  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Sinkretisme
  2. https://kopikeliling.com/visual/art/si-tintin-positif-pameran-tunggal-adhya-ranadireksa-bulan-november-2014-di-s14-bandung.html

Bio


ADHYA RANADIREKSA


Born in Bandung in 1972, was educated at the Istituto Europeo Design in Rome, Italy with a major study of still-life photography (1994-1997), founder of CREATORIVM Commercial Photo & Graphic Design studio in Jakarta; HYPNOSIS photography, Agency-Jakarta; ILLVMINASI, Research for the common art of photography in Bandung, and Joint with KOMVNI , art of photography in Bandung


Solo Exhibitions:


2014: “Si Tintin Positif”, S-14, Bandung


2011: “Cultural Hero”,Veležní palác, Odessa, Ukraine.


2010 : Lidah Bercabang. Platform3. Bandung


1996:  Solo Exhibition in CTS , Rome, Italy.


1996: “Klidný”, Convent of St. Agnes, Prague- Czech.


1995:  “Solo Exhibition Annual Anniversary of IED” ; Thema: “Bianco Nero”, Rome, Italy.


Selected Group Exhibitions:


2020: Curator Choice. Bandung Art Month (BAM)3 “EDANKEUN”, BDGconnex, Bandung


2018: Institut des Cultures d’Islam “JAVA – Art Energy”, Paris


2017: SENI BANDUNG. KOMVNI . “De Bloem Der Indiche Bergsteden” Ropih Gallery, Bandung


2015: BANDUNG PHOTO SHOWCASE 2015 . Selasar Soenaryo, Bandung


2015: 16 INTERBIFEP: International Biennal Festival Portreta Tuzla 2015 a winner Award:”Diplomaforaphotograph” on 16 INTERBIFEP. International jury of the 16th INTERBIFEP composed of: Nataša Smolič – Slovenia, Ismar Mujezinović -Bosnia and Herzegovina and Feridun Işıman – Cyprus make a selection and proclamation awarded works for 16th INTERBIFEP. Bosnia and Herzegovina


2015: “Mind of History and Culture” by Liu Zheng and Adhya Ranadireksa Redbase Art Foundation, Jakarta


2014: “Melihat Indonesia” Ciputra Artpreneur, Jakarta


2013: “Archives” KOMVNI , Singapore Biennale, Singapore

 

© BDG Connex 2017 - 2021