BDG Connex
Shows Venues Artworks Artists Sign in Sign up ◼︎

Pameran Tunggal Zahrah : Quarantine Studies : return to the aesthetic of beauty

Orbital Dago Aug 20th - Sep 9th

Pameran Tunggal Zahrah
 
Quarantine Studies : return to the aesthetic of beauty
 
20 Agustus – 9 September 2001
 
Pameran buka setiap hari mulai jam 9.00 hingga 20.00 WIB
 
Gratis untuk umum
 
Setelah menyelesaikan studi di Glasgow School of Art, Zahrah atau sering dipanggil Zazu (Lahir di Bandung 1994) meninggalkan Skotlandia untuk solo travelling sebelum kembali ke Indonesia. Saat itulah ia menemukan dirinya membaca buku-buku filsafat yang kemudian mempengaruhi praktik artistiknya selama lockdown pertama pada tahun 2020. Setelah kembali ke Indonesia dan mengalami pendidikan seni di Skotlandia Ia mendapati dirinya menolak pendidikan seni kontemporer yang menjadi dasar ajaran disekolahnya, disinilah ia mencari bahasa seni yang ia yakini.. Dan selama lockdown pertama ia mulai merasa nyaman mengeksplorasi ini yang disajikan di bawah pameran 'Studi Karantina '.
 
Filosofi seni Zahrah sangat dipengaruhi oleh karya seorang filsuf Inggris Roger Scruton (1944 -2020), yang tulisannya meluas dari estetika hingga filsafat politik. Ia percaya bahwa seni adalah bentuk penting dalam menghadirkan citra kehidupan manusia, sebagai penegasan keyakinan kita melalui pengalaman visual. Bahwa hidup di dunia ini bermakna dan seni menyediakan sarana untuk memulihkan kembali keseimbangan moral dalam diri kita. Dia percaya pada pentingnya keindahan, beauty, sebagai aspek paling dasar dari sifat manusia yang membimbing kita untuk mencapai harmoni dengan orang lain dan dengan diri kita sendiri. Sejak saat itu Zahra telah terinspirasi untuk membuat lukisan yang memegang nilai-nilai tersebut.
 
*kepada para pengunjung mohon taat PROKES untuk mencegah penyebaran Covid-19
 
Orbital Dago
Jl. Rancakendal Luhur No.7. Dago Atas
Bandung 40191

Pameran Tunggal Zahrah
 
Quarantine Studies : return to the aesthetic of beauty
 
20 Agustus – 9 September 2001
 
Pameran buka setiap hari mulai jam 9.00 hingga 20.00 WIB
 
Gratis untuk umum
 
Setelah menyelesaikan studi di Glasgow School of Art, Zahrah atau sering dipanggil Zazu (Lahir di Bandung 1994) meninggalkan Skotlandia untuk solo travelling sebelum kembali ke Indonesia. Saat itulah ia menemukan dirinya membaca buku-buku filsafat yang kemudian mempengaruhi praktik artistiknya selama lockdown pertama pada tahun 2020. Setelah kembali ke Indonesia dan mengalami pendidikan seni di Skotlandia Ia mendapati dirinya menolak pendidikan seni kontemporer yang menjadi dasar ajaran disekolahnya, disinilah ia mencari bahasa seni yang ia yakini.. Dan selama lockdown pertama ia mulai merasa nyaman mengeksplorasi ini yang disajikan di bawah pameran 'Studi Karantina '.
 
Filosofi seni Zahrah sangat dipengaruhi oleh karya seorang filsuf Inggris Roger Scruton (1944 -2020), yang tulisannya meluas dari estetika hingga filsafat politik. Ia percaya bahwa seni adalah bentuk penting dalam menghadirkan citra kehidupan manusia, sebagai penegasan keyakinan kita melalui pengalaman visual. Bahwa hidup di dunia ini bermakna dan seni menyediakan sarana untuk memulihkan kembali keseimbangan moral dalam diri kita. Dia percaya pada pentingnya keindahan, beauty, sebagai aspek paling dasar dari sifat manusia yang membimbing kita untuk mencapai harmoni dengan orang lain dan dengan diri kita sendiri. Sejak saat itu Zahra telah terinspirasi untuk membuat lukisan yang memegang nilai-nilai tersebut.
 
*kepada para pengunjung mohon taat PROKES untuk mencegah penyebaran Covid-19
 
Orbital Dago
Jl. Rancakendal Luhur No.7. Dago Atas
Bandung 40191
 

© BDG Connex 2017 - 2021