BDG Connex
Shows Venues Artworks Artists Sign in Sign up ◼︎

Pameran Tunggal Nesar Eesar : The Eternal Waiting

Orbital Dago Feb 24th - Mar 6th

Pameran Tunggal 
Nesar Eesar
The Eternal Waiting

24 Februari – 6 Maret 2022

Dikuratori oleh : Diaz Ramadhansyah

Pembukaan:  Kamis, 24 Februari 2022
Mulai Jam: 15.00 hingga 20.00 WIB

Di Orbital Dago
Jl Rancakendal Luhur No.7
Dago Atas. Bandung
Indonesia

Pameran akan dibuka oleh:
Tisna Sanjaya

Pameran dibuka untuk umum , setiap hari    
Mulai jam 9.00 hingga 20.00 WIB
Tanpa tiket masuk /Gratis

Kepada para pengunjung mohon jaga protokol kesehatan Covid-19

Karya-karya Nesar menyoroti kepada masalah keseharian para pengungsi Afganistan di Indonesia selama menunggu kepastian tentang keberangkatan ke negara tujuan. Mereka mencoba mengisi waktu dengan kegiatan seperti masak bersama, olahraga atau hal lainnya. Kegiatan tersebut mereka lakukan berulangkali hingga menjadi aktivitas sehari-hari, dan berlangsung hingga bertahun-tahun. Mereka tetap beraktivitas secara fisik tapi mental para pengungsi dihadapkan pada depresi karena menunggu kejelasan identitas, keberangkatan ke negara tujuan.

Setiap karyanya menampilkan beragam tanda visual yang bisa diceritakan satu-persatu, saling berkaitan dan menjalin sebuah cerita utuh. Rangkaian karya Eternal Waiting dibuat di atas kanvas dengan medium cat minyak. Nesar menggabungkan gaya lukisan realis dan miniature dari dua seniman Afghanistan yaitu Ghiasud-Din Siah Qalam dan Kamaludin Behzad. Pengaplikasian gaya miniature ini terlihat dari bagaimana Nesar meniadakan bayangan pada setiap indeks gambarnya, peniadaan perspektif, dan penanda waktu. Penggunaan warnanya bervariasi dan menarik. Mengulang lukisan hingga delapan kali pun, Nesar tetap menghasilkan warna yang sama. Gaya ini kemudian dikombinasikan dengan kemahirannya pada gaya realis, sebagaimana terlihat pada wajah figur-figur manusia dan jin. Pada beberapa bagian Nesar sengaja mengeruk karyanya dengan sisir untuk memberi kesan dramatis. Ide penggabungan gaya tersebut menunjukkan kepiawaian Nesar dalam teknik berkarya, berkat latar belakang pendidikannya.

Nesar Ahmad Eesar, Lahir di kota Zabul, Afganistan. Lalu atas ajakan kakaknya, Nesar melanjutkan sekolah seni kaligrafi dan seni lukis miniature di kota Kabul.  Ia datang ke Indonesia karena mendapatkan beasiswa tahun 2012-2017 di Yogyakarta. Sempat pulang ke Kabul tetapi kemudian kembali ke Indonesia  tahun 2019 melanjutkan studinya.  Saat ini tinggal dan sedang berkuliah S2 di FSRD-ITB, Bandung.

Pameran Tunggal 
Nesar Eesar
The Eternal Waiting

24 Februari – 6 Maret 2022

Dikuratori oleh : Diaz Ramadhansyah

Pembukaan:  Kamis, 24 Februari 2022
Mulai Jam: 15.00 hingga 20.00 WIB

Di Orbital Dago
Jl Rancakendal Luhur No.7
Dago Atas. Bandung
Indonesia

Pameran akan dibuka oleh:
Tisna Sanjaya

Pameran dibuka untuk umum , setiap hari    
Mulai jam 9.00 hingga 20.00 WIB
Tanpa tiket masuk /Gratis

Kepada para pengunjung mohon jaga protokol kesehatan Covid-19

Karya-karya Nesar menyoroti kepada masalah keseharian para pengungsi Afganistan di Indonesia selama menunggu kepastian tentang keberangkatan ke negara tujuan. Mereka mencoba mengisi waktu dengan kegiatan seperti masak bersama, olahraga atau hal lainnya. Kegiatan tersebut mereka lakukan berulangkali hingga menjadi aktivitas sehari-hari, dan berlangsung hingga bertahun-tahun. Mereka tetap beraktivitas secara fisik tapi mental para pengungsi dihadapkan pada depresi karena menunggu kejelasan identitas, keberangkatan ke negara tujuan.

Setiap karyanya menampilkan beragam tanda visual yang bisa diceritakan satu-persatu, saling berkaitan dan menjalin sebuah cerita utuh. Rangkaian karya Eternal Waiting dibuat di atas kanvas dengan medium cat minyak. Nesar menggabungkan gaya lukisan realis dan miniature dari dua seniman Afghanistan yaitu Ghiasud-Din Siah Qalam dan Kamaludin Behzad. Pengaplikasian gaya miniature ini terlihat dari bagaimana Nesar meniadakan bayangan pada setiap indeks gambarnya, peniadaan perspektif, dan penanda waktu. Penggunaan warnanya bervariasi dan menarik. Mengulang lukisan hingga delapan kali pun, Nesar tetap menghasilkan warna yang sama. Gaya ini kemudian dikombinasikan dengan kemahirannya pada gaya realis, sebagaimana terlihat pada wajah figur-figur manusia dan jin. Pada beberapa bagian Nesar sengaja mengeruk karyanya dengan sisir untuk memberi kesan dramatis. Ide penggabungan gaya tersebut menunjukkan kepiawaian Nesar dalam teknik berkarya, berkat latar belakang pendidikannya.

Nesar Ahmad Eesar, Lahir di kota Zabul, Afganistan. Lalu atas ajakan kakaknya, Nesar melanjutkan sekolah seni kaligrafi dan seni lukis miniature di kota Kabul.  Ia datang ke Indonesia karena mendapatkan beasiswa tahun 2012-2017 di Yogyakarta. Sempat pulang ke Kabul tetapi kemudian kembali ke Indonesia  tahun 2019 melanjutkan studinya.  Saat ini tinggal dan sedang berkuliah S2 di FSRD-ITB, Bandung.
 

© BDG Connex 2017 - 2022