BDG Connex
Shows Venues Artworks Artists Sign in Sign up ◼︎

Pameran Tunggal ERIANTO : ADAB BARU

Orbital Dago Dec 3rd, 2021 - Jan 10th, 2022

Pameran Tunggal Erianto
 
Adab Baru
 
Karya-karya pelukis Erianto (Lahir di Agam , Sumatera Barat tahun 1983) selalu tertarik mengeksplorasi lukisan permukaan. Seperti permukaan kayu lapis, karton, plastik , peti kayu dan lain sebagainya, dieksplorasi melalui keterampilan melukis realistik, sehingga mampu mengecoh dan mempermainkan penglihatan. Ia mereplika, berbagai benda/barang yang akrab disekelilingnya bukan sebagai subyek lukisan tetapi justru menjadikan bentuk lukisan sebagai objek, walaupun begitu dalam tiap seri lukisannya selalu mempunyai sisi-sisi puitis.  Karya-karya lukisannya yang saat ini masih mempermainkan lukisan sebagai objek sekaligus terhubung dengan pengalamannya dalam menghadapi situasi terkini.
 
Berbagai bentuk ikan yang diselingi dengan tanaman laut dengan penerapan warna-warna yang menyolok dan segar, dalam format segi empat kanvas atau bulat, disertai batas ditiap sisinya mengingatkan pada pola-pola bentuk ragam hias pada bentuk kriya tekstil : seperti sapu tangan, seprei dan lain sebagainya. Tetapi penggambaran ikan pada lukisannya lebih kepada mempersoalkan cara hidup ikan yang ia amati. Baginya kehidupan ikan menarik, walaupun ikan-ikan tersebut hidup dan bergerak secara berkelompok tetapi tidak pernah bersentuhan satu sama lain. Mereka hidup harmonis dengan alamnya. Hal ini terbalik dengan kenyataan adab manusia yang meniscayakan akal dan hubungan sosial yang intim tetapi cenderung destruktif.
 
Setelah hampir dua tahun umat manusia diseluruh bumi merasakan guncangan terhebat dalam tiap sendi kehidupannya. Selain membawa banyak korban kematian juga berdampak besar kepada ekonomi dan kehidupan bermasyarakat. Wabah atau pandemi Covid-19 benar-benar merubah tatanan kehidupan masyarakat global. Perilaku kehidupan yang sebelumnya dianggap normal seperti berdekatan secara fisik, berkerumun, bersentuhan, tiba-tiba menjadi sesuatu yang dianggap berbahaya, dihindari bahkan dilarang atau lebih dikenal dengan istilah social – distancing , karantina, kenormalan baru dan lainnya menjadi istilah yang akrab dalam keseharian sekarang. Berkomunikasi dengan jarak melalui teknologi komunikasi seperti gawai canggih dan perangkat komputer atau berkegiatan secara virtual. Karya-karya Erianto berangkat dari permenungan dirinya menghadapi berbagai persoalan seputar wabah ini dan memang tak terhindarkan bagi setiap orang dimanapun. Dan baginya mungkin wabah ini akan mengubah adab baru manusia dimasa depan. 
 
Erianto saat ini tinggal dan bekerja di Yogyakarta. Ia telah berpameran tunggal beberapa tahun terakhir seperti: 2020: Musyawarah Ikan, Artsphere Gallery, Art Jakarta 2020, Indonesia. 2018: Artificially in Order, Element Art Space, Singapore. 2015 : HANDLE WITH CARE! the image&the mind in Erianto’s paintings,D Gallerie, Jakarta Indonesia. 2013: PLAY OF PERCEPTION, Element Art Space, Singapore. CAUTION !!!, Sangkring Art Space,Yogyakarta Indonesia. 2012 : Resistance, Projec Stage D Galerie , Singapore art stage, Singapore. 2011 : Returned, Inkubator Asia @ Forme, Jakarta Indonesia.
 
Pernah mengikuti beberapa kompetisi seni lukis, antara lain, 2018 : Finalist UOB Painting of the Year 2018, Galeri Nasional, Jakarta. Indonesia. 2015 :Finalist UOB Painting of the Year 2015, UOB Plaza, Jakarta. Indonesia . The Best Three Art Work Bakaba#4 Award, Randang dan Rendang, Jogja Gallery, Yogyakarta Indonesia. . Nomination Prudential Eye Awards 2014-15. 2014 : Nomination Sovereign Art Prize 2014. 2011. Finalist UOB Painting of the Year 2011, UOB Plaza, Jakarta. Indonesia. The Best Three Art Work BaCAA,( Bandung Contemporary art  Awards), Lawang Wangi & Science Estate, Bandung Indonesia. Ia pernah beresidensi di Kultur Model, ( July–October 2011 )  Passau City, Germany. 
 

Pameran Tunggal Erianto
 
Adab Baru
 
Karya-karya pelukis Erianto (Lahir di Agam , Sumatera Barat tahun 1983) selalu tertarik mengeksplorasi lukisan permukaan. Seperti permukaan kayu lapis, karton, plastik , peti kayu dan lain sebagainya, dieksplorasi melalui keterampilan melukis realistik, sehingga mampu mengecoh dan mempermainkan penglihatan. Ia mereplika, berbagai benda/barang yang akrab disekelilingnya bukan sebagai subyek lukisan tetapi justru menjadikan bentuk lukisan sebagai objek, walaupun begitu dalam tiap seri lukisannya selalu mempunyai sisi-sisi puitis.  Karya-karya lukisannya yang saat ini masih mempermainkan lukisan sebagai objek sekaligus terhubung dengan pengalamannya dalam menghadapi situasi terkini.
 
Berbagai bentuk ikan yang diselingi dengan tanaman laut dengan penerapan warna-warna yang menyolok dan segar, dalam format segi empat kanvas atau bulat, disertai batas ditiap sisinya mengingatkan pada pola-pola bentuk ragam hias pada bentuk kriya tekstil : seperti sapu tangan, seprei dan lain sebagainya. Tetapi penggambaran ikan pada lukisannya lebih kepada mempersoalkan cara hidup ikan yang ia amati. Baginya kehidupan ikan menarik, walaupun ikan-ikan tersebut hidup dan bergerak secara berkelompok tetapi tidak pernah bersentuhan satu sama lain. Mereka hidup harmonis dengan alamnya. Hal ini terbalik dengan kenyataan adab manusia yang meniscayakan akal dan hubungan sosial yang intim tetapi cenderung destruktif.
 
Setelah hampir dua tahun umat manusia diseluruh bumi merasakan guncangan terhebat dalam tiap sendi kehidupannya. Selain membawa banyak korban kematian juga berdampak besar kepada ekonomi dan kehidupan bermasyarakat. Wabah atau pandemi Covid-19 benar-benar merubah tatanan kehidupan masyarakat global. Perilaku kehidupan yang sebelumnya dianggap normal seperti berdekatan secara fisik, berkerumun, bersentuhan, tiba-tiba menjadi sesuatu yang dianggap berbahaya, dihindari bahkan dilarang atau lebih dikenal dengan istilah social – distancing , karantina, kenormalan baru dan lainnya menjadi istilah yang akrab dalam keseharian sekarang. Berkomunikasi dengan jarak melalui teknologi komunikasi seperti gawai canggih dan perangkat komputer atau berkegiatan secara virtual. Karya-karya Erianto berangkat dari permenungan dirinya menghadapi berbagai persoalan seputar wabah ini dan memang tak terhindarkan bagi setiap orang dimanapun. Dan baginya mungkin wabah ini akan mengubah adab baru manusia dimasa depan. 
 
Erianto saat ini tinggal dan bekerja di Yogyakarta. Ia telah berpameran tunggal beberapa tahun terakhir seperti: 2020: Musyawarah Ikan, Artsphere Gallery, Art Jakarta 2020, Indonesia. 2018: Artificially in Order, Element Art Space, Singapore. 2015 : HANDLE WITH CARE! the image&the mind in Erianto’s paintings,D Gallerie, Jakarta Indonesia. 2013: PLAY OF PERCEPTION, Element Art Space, Singapore. CAUTION !!!, Sangkring Art Space,Yogyakarta Indonesia. 2012 : Resistance, Projec Stage D Galerie , Singapore art stage, Singapore. 2011 : Returned, Inkubator Asia @ Forme, Jakarta Indonesia.
 
Pernah mengikuti beberapa kompetisi seni lukis, antara lain, 2018 : Finalist UOB Painting of the Year 2018, Galeri Nasional, Jakarta. Indonesia. 2015 :Finalist UOB Painting of the Year 2015, UOB Plaza, Jakarta. Indonesia . The Best Three Art Work Bakaba#4 Award, Randang dan Rendang, Jogja Gallery, Yogyakarta Indonesia. . Nomination Prudential Eye Awards 2014-15. 2014 : Nomination Sovereign Art Prize 2014. 2011. Finalist UOB Painting of the Year 2011, UOB Plaza, Jakarta. Indonesia. The Best Three Art Work BaCAA,( Bandung Contemporary art  Awards), Lawang Wangi & Science Estate, Bandung Indonesia. Ia pernah beresidensi di Kultur Model, ( July–October 2011 )  Passau City, Germany. 
 
 

© BDG Connex 2017 - 2022