BDG Connex
Shows Venues Artworks Artists Sign in Sign up ◼︎

JOGED : Pameran Tunggal Aep S. Rusadi

Orbital Dago Dec 5th, 2019 - Jan 15th, 2020

Undangan Pembukaan

Pameran Tunggal Aep S. Rusadi

JOGED

5 Desember 2019 - 5 Januari 2020

Di @orbitaldago
Pembukaan 5 Desember 2019 jam. 19.00 wib.

Dibuka untuk umum dan gratis

Karya-karya Aep S. Rusadi (Lahir di Majalengka , 1968) pada pameran tunggal kali ini masih terinspirasi oleh musik, terutama dari karya-karya musik raja dangdut; H. Rhoma Irama. Ia masih sering melantunkan lagu-lagu sang lagenda dangdut tersebut, baik dalam suka dan duka. Baginya gaya musik dan lirik-lirik karya H. Rhoma memberinya semangat hidup dan menyumbangkan pada gagasan keseniannya yang ia tuangkan dalam bentuk lukisan-lukisan dan patung-patungnya. Menurut catatan kuratorial Aminudin T.H. Siregar ketika Aep berpameran di galeri Soemardja tahun 2009 lalu, bahwa penghayatan kepada musik dangdut memunculkan suatu ‘pengalaman estetik’.

Dangdut, memang selalu dipandang sebagai seni populer yang negatif , rendahan oleh sebagian masyarakat Indonesia. Walaupun begitu musik dangdut saat ini diakui sebagai seni yang menjadi bagian penting dalam khasanah budaya populer di Indonesia.

Walaupun tidak pernah mengenyam pendidikan seni yang resmi (atau autodidak), tetapi sejak muda ia bercita-cita menjadi seniman. Apalagi kedua orang tuanya memang berkecimpung di dunia artistik. Sang ayah adalah pemborong yang sering membuat bangunan rumah dan ibu yang pernah belajar menjadi penyinden. Ia menceritakan bagaimana kedua orang tuanya memarahinya ketika mengetahui dirinya keluar rumah mengikuti tiap acara musik dangdut dari kampung ke kampung.

Aep Rusadi pernah belajar akuntansi dan Ilmu perpustakan di Universitas Terbuka, namun ia selalu berupaya menyalurkan bakatnya dengan bekerja sebagai pekriya atau artisan dibeberapa kesempatan yang pada akhirnya membawanya untuk belajar melukis kepada almarhum Tony Yusuf di Sanggar Olah Seni , babakan Siliwangi.

Karya patungnya dibuat dari bahan limbah kayu berbagai ukuran kecil yang ia temukan disekitarnya dan diolah dengan alat yg sederhana ; cutter , yang ia selalu bawa kemana saja sehingga bisa membuat patung dimanapun. Dengan mengikuti dari karakter kayu - kayu itu ia kemudian menghasilkan bentuk - bentuk seperti abstraksi figur berukuran mini yang tribal, seolah sedang bergerak menari atau berjoged. Sedangkan karya – karya lukisannya memancarkan semangat tersebut dengan olahan garis, warna dan bentuk-bentuk yang lebih ekspresif dan absurd.

Karya instalasi patung kayu dan lukisan dalam pameran JOGED , lebih jauh mencerminkan sosok Aep sebagai representasi dari masyarakat urban terutama di kota -kota kecil di Jawa Barat , yang memang akrab dengan dunia musik dan tari terutama dangdut yang sangat populer. Selain tentunya yang tradisional seperti Seni Tarling , Jaipongan, Ketuk Tilu dan lainnya melibatkan gerak tubuh dan syair - syair yang mewakili denyut kehidupan golongan tertentu. Maka karya- karya patung dan lukisan Aep Rusadi memancarkan nilai performativitas dalam budaya keseharian masyarakat di Indonesia.

Karya instalasi patung kayu dan lukisan dalam pameran JOGED , lebih jauh mencerminkan sosok Aep sebagai representasi dari masyarakat urban terutama di kota -kota kecil di Jawa Barat , yang memang akrab dengan dunia musik dan tari terutama dangdut yang sangat populer. Selain tentunya yang tradisional seperti Seni Tarling , Ketuk Tilu dan lainnya melibatkan gerak tubuh dan syair - syair yang mewakili denyut kehidupan golongan tertentu. Maka karya- karya patung dan lukisan Aep Rusadi memancarkan nilai performativitas dalam budaya keseharian masyarakat di Indonesia.

Aep S. Rusadi

1997 – 2005 : Sanggar Olah Seni (SOS) Babakan Siliwangi, Bandung
1993 : FISIP Universitas Terbuka, Majalengka. Jawa Barat.

Pameran Tunggal:

2019: Tarian , pameran lukisan di Sanggar Olah Seni , Babakan Siliwangi, Bandung.
2009: Berkelana, Galeri Soemardja , FSRD- ITB.
2003: Wanita Sebagai Inspirasi 2. Galeri Rumah Teh, Taman Budaya Bandung.
2002: Wanita Sebagai Inspirasi 1. Sanggar Olah Seni, Babakan Siliwangi. Bandung.

Pameran Bersama:
2019: Nyoman Nuarta Goes To China, Bandung Art Month Goes to 2020. Nu-Artpark. Bandung


Pameran Tunggal Aep S. Rusadi


JOGED



5 Desember 2019 - 5 Januari 2020

Di @orbitaldago
Pembukaan 5 Desember 2019 jam. 19.00 wib.

Dibuka untuk umum dan gratis

Karya-karya Aep S. Rusadi (Lahir di Majalengka , 1968) pada pameran tunggal kali ini masih terinspirasi oleh musik, terutama dari karya-karya musik raja dangdut; H. Rhoma Irama. Ia masih sering melantunkan lagu-lagu sang lagenda dangdut tersebut, baik dalam suka dan duka. Baginya gaya musik dan lirik-lirik karya H. Rhoma memberinya semangat hidup dan menyumbangkan pada gagasan keseniannya yang ia tuangkan dalam bentuk lukisan-lukisan dan patung-patungnya. Menurut catatan kuratorial Aminudin T.H. Siregar ketika Aep berpameran di galeri Soemardja tahun 2009 lalu, bahwa penghayatan kepada musik dangdut memunculkan suatu ‘pengalaman estetik’.

Dangdut, memang selalu dipandang sebagai seni populer yang negatif , rendahan oleh sebagian masyarakat Indonesia. Walaupun begitu musik dangdut saat ini diakui sebagai seni yang menjadi bagian penting dalam khasanah budaya populer di Indonesia. 

Walaupun tidak pernah mengenyam pendidikan seni yang resmi (atau autodidak), tetapi sejak muda ia bercita-cita menjadi seniman. Apalagi kedua orang tuanya memang berkecimpung di dunia artistik. Sang ayah adalah pemborong yang sering membuat bangunan rumah dan ibu yang pernah belajar menjadi penyinden. Ia menceritakan bagaimana kedua orang tuanya memarahinya ketika mengetahui dirinya keluar rumah mengikuti tiap acara musik dangdut dari kampung ke kampung.

Aep Rusadi pernah belajar akuntansi dan Ilmu perpustakan di Universitas Terbuka, namun ia selalu berupaya menyalurkan bakatnya dengan bekerja sebagai pekriya atau artisan dibeberapa kesempatan yang pada akhirnya membawanya untuk belajar melukis kepada almarhum Tony Yusuf di Sanggar Olah Seni , babakan Siliwangi. 

Karya patungnya dibuat dari bahan limbah kayu berbagai ukuran kecil yang ia temukan disekitarnya dan diolah dengan alat yg sederhana ; cutter , yang ia selalu bawa kemana saja sehingga bisa membuat patung dimanapun. Dengan mengikuti dari karakter kayu - kayu itu ia kemudian menghasilkan bentuk - bentuk seperti abstraksi figur berukuran mini yang tribal, seolah sedang bergerak menari atau berjoged. Sedangkan karya – karya lukisannya memancarkan semangat tersebut dengan olahan garis, warna dan bentuk-bentuk yang lebih ekspresif dan absurd.

Karya instalasi patung kayu dan lukisan dalam pameran JOGED , lebih jauh mencerminkan sosok Aep sebagai representasi dari masyarakat urban terutama di kota -kota kecil di Jawa Barat , yang memang akrab dengan dunia musik dan tari terutama dangdut yang sangat populer. Selain tentunya yang tradisional seperti Seni Tarling , Jaipongan, Ketuk Tilu dan lainnya melibatkan gerak tubuh dan syair - syair yang mewakili denyut kehidupan golongan tertentu. Maka karya- karya patung dan lukisan Aep Rusadi memancarkan nilai performativitas dalam budaya keseharian masyarakat di Indonesia.

Karya instalasi patung kayu dan lukisan dalam pameran JOGED , lebih jauh mencerminkan sosok Aep sebagai representasi dari masyarakat urban terutama di kota -kota kecil di Jawa Barat , yang memang akrab dengan dunia musik dan tari terutama dangdut yang sangat populer. Selain tentunya yang tradisional seperti Seni Tarling , Ketuk Tilu dan lainnya melibatkan gerak tubuh dan syair - syair yang mewakili denyut kehidupan golongan tertentu. Maka karya- karya patung dan lukisan Aep Rusadi memancarkan nilai performativitas dalam budaya keseharian masyarakat di Indonesia.

Aep S. Rusadi

1997 – 2005 : Sanggar Olah Seni (SOS) Babakan Siliwangi, Bandung
1993 : FISIP Universitas Terbuka, Majalengka. Jawa Barat.

Pameran Tunggal:

2019: Tarian , pameran lukisan di Sanggar Olah Seni , Babakan Siliwangi, Bandung.
2009: Berkelana, Galeri Soemardja , FSRD- ITB.
2003: Wanita Sebagai Inspirasi 2. Galeri Rumah Teh, Taman Budaya Bandung.
2002: Wanita Sebagai Inspirasi 1. Sanggar Olah Seni, Babakan Siliwangi. Bandung.

Pameran Bersama:
2019: Nyoman Nuarta Goes To China, Bandung Art Month Goes to 2020. Nu-Artpark. Bandung






 

© BDG Connex 2017 - 2020