BDG Connex
Shows Venues Artworks Artists Sign in Sign up ◼︎

PANORAMA BERJARAK Dikuratori Ardiyanto

Curators Choice: EDANKEUN Aug 20th - Oct 20th


>> Curator Choice


PANORAMA BERJARAK 
Dikuratori Ardiyanto @baba_antoart 


Seniman; Ayip Komarudin, M. Oscar Sastra, Entri Somantri, M. Surya Gumilang, Balebat Ligar


Kumpulan tafsir personal baru terhadap kondisi pandemik yang mendera kita dapat diamati dari karya-karya perupa kali ini. Berbagai kekaryaan ini merupakan jembatan atau jendela personal saat mengamati, menafsirkan, memikirkan terhadap berbagai peristiwa dan informasi yang diserap para peserta. Tentunya menyertakan pemandangan pikiran, peristiwa, kesan, pengalaman, memori serta sikap personal masing-masing. Pemandangan pada konjteks ini tidak hanya representasi kekaguman terhadap bentang, relasi alam dengan manusia dan Sang Pencipta. Tendensi ini dmana karya berobjek pemandangan kerap dituduh hanya menyajikan kemolekan alam tropis saat itu. Namun dapat mengandung muatan transaksi humanisme yang lebih luas.  Transaksi atas kehati-hatian dalam lingkup tubuh, wabah, imunitas, daya hidup, hingga beririsan dalam konteks geografi, sosial, politik, sejarah atau juga ‘budaya baru’. Pemandangan yang melahirkan alinenasi baru yang memisahkan diri dalam memandangan massa seta masa di seberang depan kita. Landscape terdiri dari berbagai batas ini dialami secara fisik, mental dan pikiran dalam menghadapi ketidaknormalan sekaligus kenormalan yang dikontruksikan secara global. Ihwal pemandangan ‘batas’, sekaligus distansi yang berisikan keberjarakan yang semakin kompleks.


#curatorchoice #bandungartmonth2020 #bdgconnex2020 #edankeun #kenormalanbaru #kuratorbandung #jagajarak #pakemasker

CURATOR CHOICE
Seniman; Ayip Komarudin, M. Oscar Sastra, EntriSkmantri, M. Surya Gumilang, Balebat Ligar 
Pameran bersifat; on line 
Waktu pameran; 1 September – 15 Oktober 2020

 
Curator; ardiyanto (081222249841) 
 
JUDUL PAMERAN =  PANORAMA BERJARAK 
Kumpulan tafsir personal baru terhadap kondisi pandemik yang mendera kita dapat diamati dari karya-karya perupa kali ini.Berbagai kekaryaan ini merupakan jembatan atau jendelapersonal saat mengamati, menafsirkan, memikirkan terhadapberbagai peristiwa dan informasi yang diserap para peserta.Tentunya menyertakan pemandangan pikiran, peristiwa, kesan, pengalaman, memori serta sikap personal masing-masing.Pemandangan pada konjteks ini tidak hanya representasikekaguman terhadap bentang, relasi alam dengan manusia danSang Pencipta. Tendensi ini dmana karya berobjekpemandangan kerap dituduh hanya menyajikan kemolekan alamtropis saat itu. Namun dapat mengandung muatan transaksihumanisme yang lebih luas.  Transaksi atas kehati-hatian dalamlingkup tubuh, wabah, imunitas, daya hidup, hingga beririsandalam konteks geografi, sosial, politik, sejarah atau juga ‘budayabaru’. Pemandangan yang melahirkan alinenasi baru yang memisahkan diri dalam memandangan massa seta masa di seberang depan kita. Landscape terdiri dari berbagai batas inidialami secara fisik, mental dan pikiran dalam menghadapiketidaknormalan sekaligus kenormalan yang dikontruksikansecara global.  Ihwal pemandangan ‘batas’, sekaligus distansiyang berisikan keberjarakan yang semakin kompleks.
“PANORAMA BERAJARAK” kali ini menyajikan sensibilitasserta pengalaman bervariatif dalam menyikapi berbagai kondisisaat ini. Suatu panorama empati dan simpati yang diharapkandapat menggerakan optimisme, daya juang serta kepercayaandiri untuk terus menghadapi pademi raksasa ini. Pemandanganyang tak terbayang, bahkan tak teralami sebelumnya. Suatukumpulan pemandangan hasil observasi dimanamerepresentasikan berbagai jarak fisik serta mental. Berdasrapada sesuatu yang paling dekat atau akrab, bahkan  intim danpribadi, antara lain disajikan aktiftas human figure (BalebatLigar: “Tanjung Berjemur” & “Masker”), amatan sedang (jarakmedium) menyoal kehidupan sosial seharian dalam lanskapkehidupan saat ini (karya M. Oscar Sastra: “Ditinggal Mudik”, “Menunggu Pasakan Usai” dan Ayip Komarudin: “New Normal 1” & “new Normal 2”). Muatan kekuasaan, otoritas, klaimpernyataan atas kawasan yang bebas covid dengan distansipengamatan dan renungan yang lebih jauh berupa imajiberwujud bendera serta monument masker (M. Surya Gumilang: “Zona Hijau, Kuning, Merah” & “monument”). Sedangkanirisan fenomena pandemi dengan tubuh, aktifitas performance arruang serta gerak didalamnya mengasosiasikan pada aktifitaspenolak bala, sekaligus penolak virus (Entri Somantri “MalamPandemi” & “Mirror Effect Restoration”). Beragam distansi initerlebur dalam medium yang transpran, cair (liquid) sertamenyajikan pencapuran warna yang kadeng tidak terduga. Suatumedia yang akrab dikalanga mereka dalam merekam beragampanorama ini.
 
 

© BDG Connex 2017 - 2020