BDG Connex
Shows Venues Artworks Artists Sign in Sign up ◼︎

Open Studio

Huma Studio Jul 19th - Aug 25th, 2018

Huma Studio adalah studio bersama yang diinisiasi oleh tiga seniman muda Bandung, Tina "Beni" Nuraziza, Thomas Arbibowo dan
Zaenal Abidin. Beralamat di jalan Cipagalo Girang, ruko no. 6, Margasari Buah Batu, Bandung. Studio bersama yang
dibentuk awal tahun 2018 ini berlandaskan pada kesadaran akan kebutuhan ruang yang berfungsi sebagai tempat
berproses. Sebagaimana halnya keberadaan studio seniman umumnya menjadikan Huma studio menjadi ruang
yang dapat diakses publik seni maupun akademisi.
Ketiga seniman yang terlibat aktifitas di Huma studio merupakan seniman yang memiliki gaya berkesenian
berbeda. Tina Nuraziza misalnya, Seniman kelahiran Bandung, memiliki ketertarikan pada objek boneka yang
dikaitkan dengan tema-tema personal dengan pendekatan psikoanalisis. Pada awal karirnya didunia seni rupa
lukisan-lukisannya telah diikutsertakan di berbagai pameran, diantaranya freeze di Gandaria City Jakarta 2008,
Survey #2 edwin gallery Jakarta 2009 dan Jakarta Bienal Di TIM Jakarta 2011. Pada pameran tunggalnya yang
bertajuk Heavenly Flavour 2008 di Bale Tonggoh terbilang sukses di usia yang terhitung muda. Kini Tina Nuraziza
yang akrab disapa Beni mengembangkan karya 2 dimensi ke bentuk 3 dimensi dengan beragam material. Objek-
objek boneka yang cantik nan imut sekaligus memiliki raut misterius yang biasa dilukis Beni diolah dalam bentuk
tiga dimensi. Beberapa karyanya tiga dimensi seperti “Mikasa” dan “Mibeni” yang pernah dipamerkan pada
pameran Next Page di The Space, The Parlor, Bandung, 2018 merepresentasikan karakter kepribadian atau sosok
lain yang muncul dari kondisi mental yang merespon situasi sosial dan lingkungan.
Tomas Arbibowo yang dikenal sebagai pematung yang juga menggemari dunia sepak bola kemudian dijadikan
sumber inspirasi dalam berkarya. Beberapa patung tokoh pesepakbola terkenal di buat dengan gaya realis. Produk
merchandise yang diproduksi telah banyak didistribusikan untuk kebutuhan fans club dan official sepak bola lokal
maupun internasional.
Satu seniman lagi adalah Zaenal Abidin yang akrab disapa Cecen, seniman grafis kelahiran Bandung ini menekuni
printmaking sejak 2005. Karya-karya Cecen yang terdahulu banyak merespon isu sosial-politik, mulai dari
pandangan terhadap iklim demokrasi orde baru hingga fenomena keseharian. Karya-karyanya tampil di banyak
pameran seni, diantaranya Bienalle screen print NBC. Tokyo. Japan, 6th Kyoto International Wood Arts. Takanabe
Municipal Museum, Kyoto, Japan Festival Grafis Berseni di Lawangwangi Bandung, Bandung Contemporary,
Disposition, Bale tonggoh Selasar Sunaryo Bandung, dan Manifesto no. 4. Keseharian. Galeri nasional indonesia.
Jakarta. Kepekaan seniman terhadap dinamika wacana seni melahirkan konsep karya yang terus berkembang.
Diakhir tahun 2017 eksplorsi dan keintiman dengan media grafis memicu kesadaran Zaenal tentang makna hidup
yang lebih implisit dalam memaknai falsafah kehidupan yang erat relasinya dengan aktifitas grafis itu sendiri.
Penghayatan dari proses repetitif, hal-hal yang reflektif dan kejutan-kejutan dalam fase-fase kehidupan yang
terekam dalam memori Zaenal memberi semacam dorongan emosional dan menggiring lahirnya tema-tema karya
yang menyinggung wilayah spiritual dan uniknya kerja nalar.
Pada akhirnya Huma studio sendiri hadir sebagai ruang yang mampu mengakomodasi daya kerja kreasi para
seniman juga pemicu potensi pertukaran gagasan didalamnya. Studio dengan bangunan dua lantai ini dapat
diakses untuk studi metodologi berkarya seniman khususnya grafis dan patung. Sekaligus menampilkan rekam
jejak perkembangan karya seniman dari masa ke masa sebagai aset historis.

(Galih Jatu Kurnia)

 

© BDG Connex 2017 - 2020