BDG Connex
Shows Venues Artworks Artists Sign in Sign up ◼︎

Museum Virtual "Sejurus" Memento Mori Covid-19

Bandung Art Month 3 EDANKEUN Sep, 15th - 30th

MELUKIS dengan cara "sejurus" di atas bidang 19 x 19 cm adalah satu rentang panjang yang satu sama lain titik ujungnya bisa sangat berjauhan. Di satu titik bisa saja berupa ke"iseng"an tapi di titik lainnya bisa sampai menyentuh hal-hal spiritualitas. Iseng dan spiritualitas bahkan taksenantiasa mengacu hierarki bahwa yang satu lebih tinggi dari yang lainnya. Dua titik tersebut nyatanya bisa sama-sama melahirkan hal-hal ketakterdugaan, suatu kawasan yang hanya mungkin ditemukan landasannya pada konsep "id" yaitu bagian dari struktur jiwa seperti yang dirumuskan Sigmund Freud dalam teori psikoanalisisnya: tiga sistem struktur kepribadian atau jiwa yang terdiri dari id, ego, dan superego. Id (unconscious, bawah sadar, prasadar, taksadar), ego (conscious, alam sadar), dan superego (gabungan aspek sadar, bawah sadar, prasadar, dan taksadar).
Gagasan melukis "sejurus" di atas bidang 19 x 19 cm ini diluncurkan sehubungan dengan kejadian pandemi Covid-19 yang salasatu "paksaan"nya menyuruh orang per orang saling jaga jarak, memutuskan diri dari kegiatan sosial, menuntut agar setiap orang tinggal di rumah, yang pada akhirnya tiap orang seperti digiring untuk menengok dirinya masing-masing yang paling dalam.
Sejak diluncurkan dalam sebentuk pengumuman sederhana pada 25 Mei 2020, sungguh diluar dugaan karena sambutannya termasuk luar biasa. Hingga akhir masa penerimaan karya, 25 Juli 2020, tak kurang dari 111 seniman telah mengirimkan karya baik berupa foto atau pun karya asli. Jumlah tersebut diduga masih akan bertambah mengingat beberapa seniman telah menyatakan ingin menyusul untuk menyertakan karyanya.
Gagasan melukis "sejurus" di atas bidang 19 x 19 cm pun tak tunggal, di sebaliknya adalah kehendak untuk memberi "tanda" atas peristiwa global pandemi Covid-19 yaitu berupa museum virtual serta mimpi jauhnya tentu ingin pula menjadi museum fisik. Sebatas apapun yang bisa dicapai, yang mewujudkan adanya Museum Virtual "Sejurus" Memento Mori Covid-19 tak lain adalah para seniman itu sendiri. Merekalah yang mewujudkan melalui kehadiran karya-karyanya. @herry_dim

Kurator @herry_dim bersama @amingrachman @anton__susanto

#bandungartmonth2020 #bdgconnex2020

MELUKIS dengan cara "sejurus" di atas bidang 19 x 19 cm adalah satu rentang panjang yang satu sama lain titik ujungnya bisa sangat berjauhan. Di satu titik bisa saja berupa ke"iseng"an tapi di titik lainnya bisa sampai menyentuh hal-hal spiritualitas. Iseng dan spiritualitas bahkan taksenantiasa mengacu hierarki bahwa yang satu lebih tinggi dari yang lainnya. Dua titik tersebut nyatanya bisa sama-sama melahirkan hal-hal ketakterdugaan, suatu kawasan yang hanya mungkin ditemukan landasannya pada konsep "id" yaitu bagian dari struktur jiwa seperti yang dirumuskan Sigmund Freud dalam teori psikoanalisisnya: tiga sistem struktur kepribadian atau jiwa yang terdiri dari id, ego, dan superego. Id (unconscious, bawah sadar, prasadar, taksadar), ego (conscious, alam sadar), dan superego (gabungan aspek sadar, bawah sadar, prasadar, dan taksadar).
Gagasan melukis "sejurus" di atas bidang 19 x 19 cm ini diluncurkan sehubungan dengan kejadian pandemi Covid-19 yang salasatu "paksaan"nya menyuruh orang per orang saling jaga jarak, memutuskan diri dari kegiatan sosial, menuntut agar setiap orang tinggal di rumah, yang pada akhirnya tiap orang seperti digiring untuk menengok dirinya masing-masing yang paling dalam.
Sejak diluncurkan dalam sebentuk pengumuman sederhana pada 25 Mei 2020, sungguh diluar dugaan karena sambutannya termasuk luar biasa. Hingga akhir masa penerimaan karya, 25 Juli 2020, tak kurang dari 111 seniman telah mengirimkan karya baik berupa foto atau pun karya asli. Jumlah tersebut diduga masih akan bertambah mengingat beberapa seniman telah menyatakan ingin menyusul untuk menyertakan karyanya.
Gagasan melukis "sejurus" di atas bidang 19 x 19 cm pun tak tunggal, di sebaliknya adalah kehendak untuk memberi "tanda" atas peristiwa global pandemi Covid-19 yaitu berupa museum virtual serta mimpi jauhnya tentu ingin pula menjadi museum fisik. Sebatas apapun yang bisa dicapai, yang mewujudkan adanya Museum Virtual "Sejurus" Memento Mori Covid-19 tak lain adalah para seniman itu sendiri. Merekalah yang mewujudkan melalui kehadiran karya-karyanya. @herry_dim 

Kurator @herry_dim bersama @amingrachman @anton__susanto 

#bandungartmonth2020 #bdgconnex2020
 

© BDG Connex 2017 - 2020