BDG Connex
Shows Venues Artworks Artists Sign in Sign up ◼︎

Men.Ja.Mur

Galeri Ruang Dini Jul 7th - Aug 3rd

Men.Ja.Mur merupakan kegiatan kolaborasi yang berfokus pada pemanfaatan organisme fungi. Men.Ja.Mur mencoba menghadirkan bukan hanya hasil penelitian, namun juga karya desain dan potensi aplikasinya sebagai material alternatif. 

Diprakarsai oleh Kokken.id, Men.Ja.Mur akan menyajikan kegiatan-kegiatan interaktif dalam bentuk pameran, diskusi, pertunjukkan, dan lokakarya yang melibatkan pelaku lintas disiplin dengan menghadirkan peneliti material (MYCL-Mycotech Lab), arsitek (ōd architecture studio), desainer (Hi Jack Sandals, Pala Nusantara, APAKABAR, Kandura Studio), seniman (Nidia Kusmaya), pembuat kue (Seroja Bake), bengkel laser cut dan print 3D (Fablab Bandung), desainer peneliti (Prananda Luffiansyah), hingga antropolog makanan (Seto Nurseto). 

Di tanah Nusantara ini, jamur memiliki asosiasi yang beragam dan dapat dimaknai macam-macam tergantung situasi dan kondisi. Kita pasti cukup familiar dengan istilah berjamuryang sering dikaitkan dengan suatu kondisi tidak terurus yang mengakibatkan tumbuhnya organisme yang tidak diinginkan (jamur) pada suatu lokasi. Men.Ja.Mur hadir untuk menegaskan sudut pandang yang lebih positif, bahwa Jamur, juga dapat digunakan untuk sesuatu yang tumbuh subur dan banyak.
___


Penggunaan jamur sebagai bahan pangan sudah cukup lama dikenal dan diaplikasikan. Baik itu secara  makroskopis (penggunaan jamur kancing, kuping, enoki, dan lainnya) ataupun mikroskopis (menggunakan ragi jamur untuk membuat roti dan tempe). Pada rangkaian acara dapur pop up, Seroja Bake akan menghadirkan makanan dan minuman yang ramah di lidah, tentunya dengan memanfaatkan bahan dasar jamur untuk kita cicipi bersama.
__

Sejak tahun 2015, MYCL-Mycotech Lab menginisiasi penelitian agroforestri pada jamur mikroskopis. Menggunakan miselium yang merupakan akan jamur, MYCL melahirkan sebuah inovasi pengganti kulit sapi yang diberi nama Mylea (Mycelium Leather). Hingga saat ini, Mylea sudah berkolaborasi dengan berbagai brand dalam dan luar negeri seperti Hi Jack Sandals yang mengaplikasikan Mylea dalam karya sandal mereka, Pala Nusantara yang memadukan Mylea sebagai strap jam tangan, serta APAKABAR yang mengaplikasikan Mylea dalam pakaian. 

Produk yang sama juga digunakan oleh Nidia Kusmaya (seniman eksploratif), sebagai dasar karya seninya dengan teknik pewarnaan pigmen mineral. MYCL kini juga tengah mengembangkan produk lain yang dinamakan Biobo yang menyerupai particle board, serta composite. 

Punya visi dan misi yang sama, ōd architecture studio melabuhkan hati untuk saling berkolaborasi bersama MYCL dalam proses mengembangkan potensi aplikasinya sebagai furnitur dan selubung bangunan. 

Bak cendawan di musim penghujan, kami berharap segala kolaborasi dalam Men.Ja.Mur ini dapat dilihat sebagai langkah baik yang memberikan warna baru bagi kehidupan. Kami selalu percaya bahwa ketika semangat keingintahuan akan jamur ditindaklanjuti dengan penelitian dan diaplikasikan dalam karya lintas keilmuan; bukanlah hal yang tidak mungkin untuk kita mendefinisikan kembali masa depan.


Men.Ja.Mur merupakan kegiatan kolaborasi yang berfokus pada pemanfaatan organisme fungi. Men.Ja.Mur mencoba menghadirkan bukan hanya hasil penelitian, namun juga karya desain dan potensi aplikasinya sebagai material alternatif.
 
Di tanah Nusantara ini, jamur memiliki asosiasi yang beragam dan dapat dimaknai macam-macam tergantung situasi dan kondisi. Kita pasti cukup familiar dengan istilah berjamuryang sering dikaitkan dengan suatu kondisi tidak terurus yang mengakibatkan tumbuhnya organisme yang tidak diinginkan (jamur) pada suatu lokasi. Men.Ja.Mur hadir untuk menegaskan sudut pandang yang lebih positif, bahwa Jamur, juga dapat digunakan untuk sesuatu yang tumbuh subur dan banyak.
 
Diprakarsai oleh Køkken⁺, Men.Ja.Mur akan menyajikan kegiatan-kegiatan interaktif dalam bentuk pameran, diskusi, pertunjukkan, dan lokakarya yang melibatkan pelaku lintas disiplin dengan menghadirkan peneliti material (MYCL-Mycotech Lab), arsitek (ōd architecture studio), desainer (Hi Jack Sandals, Pala Nusantara, APAKABAR), seniman (Nidiya Kusmaya), artist/health & wellness nerd (Batsheba Satyaalangghya), pembuat kue (Seroja Bake), bengkel laser cut dan print 3D (Fablab Bandung), desainer peneliti (Prananda Luffiansyah), hingga antropolog makanan (Seto Nurseto). 
 
Køkken+ berupaya agar kolaborasi dalam Men.Ja.Mur ini dapat dilihat sebagai langkah baik yang memberikan warna baru bagi kehidupan. Køkken+ selalu percaya bahwa ketika semangat keingintahuan akan jamur ditindaklanjuti dengan penelitian dan diaplikasikan dalam karya lintas keilmuan; bukanlah hal yang tidak mungkin untuk kita mendefinisikan kembali masa depan.

Pameran dibuka untuk umum dengan mengikuti protokol kesehatan dari tanggal 7 Juli – 3 Agustus 2022. Trial Opening untuk publik akan dilaksanakan pada tanggal 7 Juli, sedangkan pembukaan  pameran yang diiringi sesi talkshow bersama Køkken⁺ dan kolaborator Men.Ja.Mur akan diselenggarakan pada tanggal 8 Juli 2022 di Galeri Ruang Dini. Info lebih lanjut dapat diakses di Instagram @galeriruangdini dan @kokken.id

 
Tentang Køkken⁺:
Køkken+ ialah platform komunitas berbasis Jakarta yang kegiatannya adalah membuat konsep (Concept), mengkurasi (Curate), dan menciptakan (Create) berbagai project dan event. Kegiatan yang ada banyak melalui proses kolaborasi dan kurasi. Køkken+ sendiri telah menyelenggarakan berbagai workshops, gatherings, dan pop-up markets yang telah dikurasi, sekaligus menciptakan dan mengelola ruang-ruang kreatif.

Tentang Kolaborator Men.Ja.Mur:
Sebagai bagian dari rangkaian acara, bersama Seroja Bake, Køkken⁺ akan menghadirkan dapur pop-up yang menyajikan makanan dan minuman yang ramah di lidah, tentunya dengan memanfaatkan bahan dasar jamur untuk kita cicipi bersama.
 
Sejak tahun 2015, MYCL-Mycotech Lab menginisiasi penelitian agroforestri pada jamur mikroskopis. Menggunakan miselium yang merupakan akan jamur, MYCL melahirkan sebuah inovasi pengganti kulit sapi yang diberi nama Mylea (Mycelium Leather). Hingga saat ini, Mylea sudah berkolaborasi dengan berbagai brand dalam dan luar negeri seperti Hi Jack Sandals yang mengaplikasikan Mylea dalam karya sandal mereka, Pala Nusantara yang memadukan Mylea sebagai strap jam tangan, serta APAKABAR yang mengaplikasikan Mylea dalam pakaian. 
 
Produk yang sama juga digunakan oleh Nidiya Kusmaya (seniman eksploratif), sebagai dasar karya seninya dengan teknik pewarnaan pigmen mineral. MYCL kini juga tengah mengembangkan produk lain yang dinamakan Biobo yang menyerupai particle board, serta composite. 
 
Punya visi dan misi yang sama, ōd architecture studio melabuhkan hati untuk saling berkolaborasi bersama MYCL dalam proses mengembangkan potensi aplikasinya sebagai furnitur dan selubung bangunan.
Opening Exhibition Men.Ja.Mur
Jul 7th, 12:0am - Aug 3rd, 12:0am
 

© BDG Connex 2017 - 2022