BDG Connex
Shows Venues Artworks Artists Sign in Sign up ◼︎

Daur Hidup Pameran Bersama Perupa Jawa Barat & Peserta Kompetisi Anugerah Barli

Bale Seni Barli Aug, 19th - 28th, 2019

TEMA “ANUGERAH BARLI #1 (2019)” : ‘DAUR HIDUP’

Tema ‘Daur Hidup’ (Life Cycle) dipilih untuk mengartikulasikan salah satu segi dari nilai-nilai yang telah diajarkan sekaligus ditunjukkan oleh Barli Sasmitawinata. Makna mengenai daur hidup mengandung konteks pemahaman luas berkaitan dengan situasi hidup tiap-tiap orang —apakah ia adalah seorang seniman maupun bukan— untuk memahami dan mengembangkan dirinya terhadap lingkungan sosial dan budayanya. Setidaknya, kita bisa memahami makna daur hidup ini melalui dua perspektif pemahaman, yaitu:

Pertama, daur hidup bermakna sebagai cara penghayatan terhadap pengalaman hidup dengan kesadaran diri bahwa segala sesuatu berlaku secara berulang (ibarat sebuah siklus) dengan cara yang unik dan tak pernah menghasilkan situasi yang sama persis. Dalam pengertian seperti ini maka suatu siklus bermakna sebagai sebuah mata rantai perulangan (kebiasaan) yang mengandung berbagai kaitan sehingga menghasilkan pola kebiasaan yang bernilai unik dan selalu berkembang. Kesadaran (mengenai diri) bagi seorang seniman tak terpisahkan dari pengalaman dirinya menjalani ruang dan waktu kehidupan yang dimaknai untuk mengembangkan kesadaran tentang nilai-nilai budaya yang dihayati bersama oleh masyarakatnya. Seorang seniman tentu tidak hanya memikirkan dan merasakan pengalaman hidupnya sendiri saja, tetapi yang utama justru ‘mengajak’ pihak lain (masyarakat) dengan cara masing-masing yang khas untuk melihat, merasakan, dan memahami tiap-tiap pengalaman dalam rentang siklus ruang dan waktu kehidupan secara istimewa dan bermakna.

Kedua, makna mengenai soal daur hidup berkaitan dengan tema potensi ‘seni gambar’ (drawing) —sebagaimana telah dicontohkan dan diwariskan secara fenomenal oleh Barli Sasmitawinata— untuk memahami dan mengembangkan kecenderungan seni rupa Indonesia saat kini. Jika kita bandingkan dengan sebuah lukisan (khususnya lukisan yang realistik atau naturalistik), maka sebuah gambar atau sketsa gambar ibarat sebuah konstruksi yang membangun kerangka hasil dari lukisan yang dimaksud. Pada pengertian ini maka sebuah gambar adalah suatu tahapan dari rangkaian proses melukis secara keseluruhan. Namun seni gambar (drawing) adalah soal yang tak sama proses melukis semacam itu; ekspresi yang dilahirkan oleh seni gambar justru adalah kesadaran untuk mengolah dan mewujudkan konstruksi garis-garis bentuk (yang tentu memuat berbagai gagasan dan perasaan sang seniman) sebagai sebuah hasil yang mengandung tersendiri maksud secara penuh. Sebagai sebuah metoda kerja yang ditujukan untuk memberikan semacam kerangka hasil tertentu, maka soal gambar di situ bermakna dalam potensinya sebagai ‘bentuk yang nampak’ (picture) sekaligus juga sebagai ‘bentuk yang tidak nampak’ (makna, imaji, image). Penjelajahan terhadap seni gambar (drawing) tentu saja tidak memiliki batasan-batasan tertentu hasil sebagaimana gambar atau sketsa berlaku dalam proses melukis. Hasil dari seni gambar bahkan, misalnya, bisa menjadi sebuah karya seni lukis yang khas serta tak sama dengan lukisan yang dikerjakan melalui cara yang konvensional. Tujuan untuk menjelajahi kemungkinan-kemungkinan ekspresi dari kecenderungan seni gambar dalam kegiatan ANUGERAH BARLI ini ditujukan untuk memahami kembali siklus ‘kehidupan’ ekspresi sebuah karya seni rupa dua dimensional (sehingga) menjadi tak sama persis dengan siklus kebiasaan melukis dalam pemahaman secara konvensional.

Bale Seni Barli Kota Baru Parahyangan Mempersembahkan: "Daur Hidup" Pameran bersama para perupa dan murid Almarhum Barli Sasmitawinata serta pameran drawing peserta kompetisi Anugerah Barli.

Pembukaan : 19 Agustus 2019 pukul 14.00 WIB
Gedung Sate Jl. Diponegoro No. 22 Bandung

pameran berlangsung hingga 28 Agustus 2019
Kurator: Rizki A Zaelani

Pameran akan diresmikan oleh Bapak Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat) 


 

© BDG Connex 2017 - 2020