BDG Connex
Shows Venues Artworks Artists Sign in Sign up ◼︎

Balik Bandung: Pameran Pilihan Karya Koleksi Galeri Nasional Indonesia

Galeri Soemardja Jul, 13th - 23rd, 2018

Pameran Keliling - Galeri Nasional Indonesia

Galeri Nasional Indonesia merupakan lembaga pemerintah di bawah koordinasi kerja Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Dalam tugas dan fungsinya, Galeri Nasional Indonesia merupakan lembaga permuseuman seni rupa, khususnya mengumpulkan, memelihara, serta memamerkan karya-karya seni rupa Modern Indonesia. Dilengkapi fasilitas gedung pameran yang memadai, hingga kini, Galeri Nasional Indonesia (Galnas) dikenal publik seni rupa secara luas sebagai tempat pameran seni rupa yang bertaraf nasional dan internasional. Dengan lokasi tempat keberadaan yang strategis, di depan stasiun Kereta Api - Gambir di sebelah taman Monumen Nasional (MONAS), publik pengunjung Galnas terus meningkat dari tahun ke tahun (rata-rata dikunjungi oleh kurang lebih 120.000 orang pengunjung setiap tahunnya). Galnas juga memelihara dan memamerkan karya-karya seni rupa koleksi negara yang bisa dinikmati para pengunjung di lokasi gedung pameran yang khusus, hingga kini koleksi Galnas mencapai jumlah 1300 buah karya yang terdiri karya lukisan, patung, object, karya instalasi, video art, foto, karya grafis, serta gambar. Koleksi karya Galeri Nasional Indonesia merupakan karya-karya yang dikumpulkan dari berbagai kelembagaan pemerintah di bawah Kementerian Pendidikan dan Kubudayaan pada akhir tahun 1990’an.

Dalam menjalankan tugasnya, Galeri Nasional Indonesia seakan memiliki beban tugas berganda. Pada satu sisi, lembaga ini berkewajiban menjadi wakil dari perkembangan kesenian dan kebudayaan Indonesia (khususnya di bidang seni rupa) di mata publik dunia; dan di sisi lain, Galnas berkewajiban menjadi salah satu pusat pengembangan seni rupa nasional yang mencakup daerah perkembangan seni rupa Indonesia yang luas serta tersebar di berbagai wilayah kepulauan Indonesia. Pertimbangan atas amanah tugas kerja ini memunculkan program kegiatan pameran keliling (traveling exhibition) Galeri Nasional Indonesia yang dimaksudkan untuk membawa karya-karya koleksi negara yang ada di Galnas ke tempat pameran di luar gedung pameran di Jakarta. Program kegiatan ini memberi kesempatan kepada publik dan pelaku seni rupa di seluruh wilayah Indonesia, khususnya bagi mereka yang belum memperoleh kesempatan untuk datang ke Jakarta. Program pameran semacam ini telah dilakukan bertahun-tahun bahkan telah mendatangi hampir seluruh kota besar provinsi di wilayah Indonesia. Tentu saja pertimbangan urutan pengadaan program ini di daerah tertentu ditetapkan berdasarkan urgensi dan kebutuhan jenis karakter perkembangan seni rupa yang berkembang berbeda-beda di wlayah Indonesia.

Memaknai dan Mengembangkan Karya-Karya Koleksi Negara

Seni rupa modern Indonesia telah berkembang sangat pesat hingga saat kini; dibanding keadaanya setengah abad yang lalu, situasi perkembangan saat bahkan mungkin tidak bisa terbayangkan sepenuhnya. Watak hidup pertumbuhan dan perkembangan masyarakat dunia saat kini kian saling terhubung dan bergantung secara global. Tiap-tiap bentuk ekspresi kesenian dan kebudayaan di sebuah wilayah (teritori) kini bisa dianggap dan dipahami sebagai bagian dari gejolak dan gelagat perubahan kesenian dan kebudayaan global. Masalah kesejarahan, baik menyangkut narasi sebuah bangsa hingga manifestasi ekspresi keseniannya, kini menghadapi tantangan dan cara perumusan yang kompleks serta sangat menentukan. Setiap bangsa tentu tak akan bisa terus bertahan hidup hanya dengan masa lalunya, tapi juga perlu menjawab berbagai tantangan perubahan masa depan. Sebaliknya, kemampuan sebuah bangsa menjawab dan berperan di masa depan juga akan ditentukan oleh kemampuannya memahami dan mengartikulasikan nilai penting masa lalu mereka. Karya-karya koleksi negara, yang kini menjadi koleksi Galeri Nasional Indonesia, adalah bagian dari struktur pemahaman budaya Indonesia yang berpijak pada pengalaman masa lalu. Memenuhi tanggung-jawab masa depan perkembangan budaya dan kesenian Indonesia, Galnas hingga kini terus mengupayakan program untuk merevitasasi nilai-nilai dan pemahaman yang bisa digali dari ‘sejarah’ karya-karya seni rupa Indonesia.

Bagi beberapa kota besar di Indonesia yang menjadi pusat-pusat perkembangan seni rupa, seperti Jakarta, Yogjakarta, dan Bandung, pameran karya koleksi Galnas menjadi sebuah kesempatan untuk mengali dan mengembangkan penghargaan serta nilai apresiasi terhadap karya-karya yang menjadi aset bangsa. Hingga kini, Indonesia telah memiliki puluhan museum seni rupa yang mengumpulkan, memelihara, serta memamerkan karya-karya seni rupa yang bermutu, baik dimiliki dan dikelola oleh lembaga pemerintah maupun pihak publik (swasta dan privat). Karya-karya koleksi Galnas adalah salah satu bagian penting dalam mosaik sejarah perkembangan karya-karya seni rupa di Indonesia. Kesempatan untuk menunjukkan karya-karya pilihan Galnas di kota Bandung, setelah sebelumnya di selengarakan pameran keliling Galnas di Yogjakarta, merupakan kesempatan yang baik untuk menunjukkan sekaligus memperbincangkan peta kekuatan perkembangan seni rupa modern Indonesia. Tidak semua karya yang berkaitan dengan seluruh segi perkembangan seni rupa Bandung bisa dibawa dan dipamerkan pada kesempatan kali ini, namun pameran ini diharapkan tetap bisa menumbukan sikap apreasiasi maupun dukungan yang lebih baik dan berkembang terhadap karya-karya seni rupa koleksi negara hingga saat kini.

BALIK BANDUNG : Lintasan Sejarah Masa Depan Seni Rupa Indonesia

‘Balik Bandung’ merupakan ungkapan yang paling tepat untuk menggambarkan perjalanan-kembali, kepulangan, atau ‘pulang kampung’ bagi karya-karya yang sebelumnya diciptakan dan berasal dari Bandung dan kini kembali melongok tempat asalnya. Boleh jadi, ada beberapa karya yang tidak secara tepat dikerjakan di Bandung, misalnya dikerjakan saat sang seniman berada di luar kota atau luar negeri, tapi setidaknya tetap berasal dari lingkung gagasan kota Bandung yang memiliki aura penciptaan seni yang khas. Para seniman Bandung tentu adalah para pelaku yang tak pernah bisa memisahkan diri dari ‘semangat penciptaan Bandung’ yang mengandung ideologi seni yang kental dan khusus. Bandung adalah lokasi tempat bersemainya pemikiran modern dan gagasan modernisme seni, dengan watak pencapaian karya yang yang berbeda, bahkan tak pernah sama dengan apa yang bisa ditemukan di tempat-tempat lain di Indonesia. Tentu saja, perkembangan seni rupa Bandung juga memberikan pengaruh pada perkembangan seni rupa di tempat lain di Indonesia namun ‘watak Bandung’ tetap ada di tempat asalnya dan nampaknya terus berkembang hingga kini.

Gagasan modernisme seni memang terkait erat dengan struktur ideologis ‘gagasan kemajuan’ (the idea of progress) yang juga diupayakan dalam manifetasi kemajuan bidang-bidang kemajuan manusia yang lainya, yaitu: ilmu dan teknologi. Karakter kota dan lingkungan hidup di Bandung saat kini memiliki sejarah pembentukan dan perkembangan masyarakat yang dilandasi secara kuat melalui gagasan kemajuan. Perkembangan seni rupa Bandung, tentu saja, tidak hanya mengenal perkembangan seni rupa abstrak (sebagaimana stereotype penilaian para peneliti asing) tetapi juga karakter perkembangan seni rupa yang jamak dan berbeda-beda bentuk. Meski bermacam-macam, perkembangan seni rupa Bandung selalu tertarik pada tema tentang kemajuan dan perintisan (tradisi avant-gardisme) dalam seni rupa, dengan manifestasi ekspresi yang berbeda-beda. Bagi banyak Bandung, termasuk sebagian besar senimannya, istilah ‘balik Bandung’ juga memiliki pengalaman makna yang terus hidup dan dikenang hingga kini. Istilah tersebut berkaitan dengan ingatan mengenai pesona olah raga sepak bola di mana di dalamnya tercatat pengalaman tentang kemahiran seorang pelaku untuk melakukan tendangan akrobatik yang mengarahkan bola dengan gerakan salto ke belakang. Gerakan ‘balik Bandung’ kurang lebih bermakna sebagai ‘kepiawan teknik a’la Bandung.’ Ingatan semacam itu turut menggerakkan tujuan dilakukannya pameran karya pilihan koleksi Galeri Nasional Indonesia di Bandung dengan semangat untuk ‘mengingat masa depan dan menemukan masa lalu” seni rupa Bandung. Kegiatan pameran ini diharapkan dapat menjadi poros bagi proses diskusi dan tanggapan yang bermanfaat bagi masa depan seni rupa Indonesia.

Rizki A. Zaelani - Diyanto / kurator

Diskusi Seni Rupa
Jul 13th 12:0am - 23rd 12:0am, 2018

“Di Tepian Modernisme : Seni Rupa Bandung Dulu dan Nanti”

Pembicara : Asikin Hasan & Heri Dimyati
Moderator : Adrianto Rikrik Kusmara

Ruang Seminar FSRD ITB
Jalan Ganesha No.10 Bandung, Gedung Seni Rupa

 

© BDG Connex 2017 - 2020