BDG Connex
Shows Venues Artworks Artists Sign in Sign up ◼︎
Mo-ramo Sekarjagad Maduraan
2006
Dimensions
115.0 x 250.0 cm
Medium
Fabric / Textile
Bisakah sebuah sistem mampu dengan sendiri mengenerate algoritma komputer merancang desain yang indah tanpa bantuan manusia? Belum! Kehebatan teknologi software generator pada komputer (software L-system) saat itu hanya mampu memunculkan perulangan matematis yang kaku dan dan tidak mampu memberikan senasi visual yang memuaskan. Maka manusialah sebagai perancang yang memiliki kuasa atas teknologi komputer, dengan merespon hasil generate fraktal yang disesuaikan dengan kehebatan indera manusia. Memanusiakan hasil olah komputer dengan menyusunnya (arah hadap, ukuran perbesarperkecil, duplikasi) dengan sense visual sehingga komposisinya menjadi mengalir seperti akarakaran (Mo-ramo Bahasa Madura). Di setiap jalinan akar-akaran tersebut diisikan isen-isen (detail, tekstur). Isen-isen menjadi salah satu karakterisik gaya batik maduraan. Isen-isen yang mengisi di tiap-tiap bidang yang berbeda dalam dunia batik sering disebut sebagai ragam hias Sekarjagad (bunga semesta) dengan gaya yang unik karena tidak memenuhi secara rata seluruh permukaan kain, tetapi disusun dengan dua bagian (yang besar dan kecil) tetapi disambungkan oleh satu akar besar. Komposisi tersebut adalah olah rasa manusia bukan akibat kerja program komputer. Sementara untuk bentuk dasar isen-isennya benar dikerjakan oleh program L-System tetapi untuk proses penyusunannya dilakukan berdasarkan rasa manusia.

© BDG Connex 2017 - 2020